Kenali lebih dalam identitas, visi, dan misi Nagari Talang sebagai landasan dalam membangun kemajuan bersama.
Luas Wilayah: 31.7 Km 2
Jumlah Penduduk: 8.727 Jiwa
Jumlah KK: 2.811 KK
Kecamatan: Gunung Talang
Kabupaten: Solok
Provinsi: Sumatera Barat
"Bersama Membangun Nagari Talang Menuju Nagari Yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya"
Nagari Talang terdiri dari 6 jorong yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi unggulan tersendiri.
Kepala Jorong: Plt. Abdizal Huda
Luas Jorong: 385 Ha
Suku : Jambak, Sikumbang, Tanjuang, Koto, Kutianyia
Dinamakan Aro karena disana banyak ditemui batang kayu aro. Jorong Aro merupakan jorong yang paling dekat dengan pusat pemerintahan Nagari. Memiliki jumlah anak sekolah terbanyak (690 anak) yang menunjukkan populasi usia sekolah yang besar dan cakupan pendidikan yang baik.
Kepala Jorong: Kasril Wansyah
Luas: 901 Ha
Suku : Sikumbang, Tanjuang, Kutianyia
Jorong Koto Gadang awalnya bernama Tabek Dangka dikarenakan wilayahnya yang memiliki rawa dangkal, namun namanya berubah karena masyarakat atau penduduknya kian berkembang. Jorong Koto Gadang merupakan jorong terluas dengan dinamika penduduk paling tinggi, terutama pada kategori penduduk masuk dan komuter serta memiliki potensi pengembangan yang signifikan.
Kepala Jorong: Ririn Yeni Agustin
Luas: 40 Ha
Suku : Piliang, Sikumbang, Koto, Kutianyia
Jorong Tabek Pala awalnya berasal dari kepemilikan sawah / lahan yang dimilih oleh Bapak Si Tala dan kemudian kian lama berubah nama menjadi jorong Tabek Pala. Jorong Tabek Pala merupakan jorong yang paling padat dan ramai penduduk karena emiliki karakteristik permukiman yang padat dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Kepala Jorong: Syafrial
Luas: 262 Ha
Suku : Piliang, Jambak, Kutianyia
Merupakan jorong yang paling tua di Nagari Talang. Jorong Koto Gaek tidak memiliki kasus stunting, menunjukkan tingkat kesehatan dan gizi masyarakat yang baik. Lingkungan yang sehat dan terjaga.
Kepala Jorong: Firdaus
Luas: 331 Ha
Suku : Jambak
Jorong Panarian memiliki arti pelarian, di mana wilayahnya jauh dari letusan Gunung Talang. Jorong Panarian memiliki karakteristik pertumbuhan yang stabil dan potensi pengembangan di berbagai sektor.
Kepala Jorong: Plt. Novta Yandi Dwi Putra
Jumlah KK: 110 KK
Luas: 890 Ha
Suku : Piliang, Kutianyia
Jorong Anau Kadok diambil dari keadaan wilayahnya yang banyak ditumbuhi pohon anau (aren) dan penduduknya yang saling berdekatan. Jorong Anau Kadok merupakan jorong kedua terluas yang juga tidak memiliki kasus stunting dan menunjukkan keberhasilan dalam program kesehatan masyarakat.
Menelusuri asal usul Nagari Talang .
Berdasarkan warisan sejarah yang diwariskan turun-temurun (warih nan dijawek, pusako nan ditarimo), asal muasal nama Nagari Talang dapat ditelusuri dari dua jalur utama cerita yang hidup dalam tradisi masyarakat setempat.
Pada masa ekspansi Kerajaan Minangkabau dari tanah asal Pariangan Padang Panjang, sekelompok nenek moyang melakukan perjalanan ke arah selatan Gunung Merapi,
mengelilingi Danau Singkarak. Rombongan yang menjadi cikal bakal masyarakat Talang terus berjalan hingga mencapai sebuah daerah ketinggian di Pinggang Gunung Talang.
Di sana, perjalanan mereka TERHALANG oleh bukit yang tinggi dan hutan belantara. Melihat lokasi tersebut memiliki sumber air jernih dan tanah yang subur,
mereka memutuskan untuk menetap. Mereka menamai bukit itu Gunung Terhalang, yang kemudian disingkat menjadi
Berasal dari cerita orang tua-tua yang berbeda. Versi ini mengaitkan nama Talang dengan peristiwa konflik. Diceritakan bahwa utusan dari Kerajaan Pagaruyung yang datang untuk meminta upeti mendapatkan perlawanan dari masyarakat setempat di Gurah. Karena pembangkangan itu, utusan tersebut mengucapkan sumpah: "kajadi tualang kalian" (jadilah kalian orang pembangkang). Kata "tualang" inilah yang konon kemudian menjadi cikal bakal nama Talang.
Penamaan berdasarkan kondisi geografis. Nagari ini dikenal memiliki banyak sumber mata air. Kata "Talang" di sini diartikan sebagai saluran atau penyalur air, merujuk pada banyaknya talang air (saluran air) yang mengalir dari sumber-sumber mata air di nagari ini hingga ke nagari tetangga.