Logo Kabupaten Solok
KABUPATEN SOLOK SUMATERA BARAT
Logo Nagari Talang

NAGARI TALANG

Profil Nagari Talang

Kenali lebih dalam identitas, visi, dan misi Nagari Talang sebagai landasan dalam membangun kemajuan bersama.

Identitas Nagari

Luas Wilayah: 31.7 Km 2

Jumlah Penduduk: 8.727 Jiwa

Jumlah KK: 2.811 KK

Kecamatan: Gunung Talang

Kabupaten: Solok

Provinsi: Sumatera Barat

Batas Wilayah:
Utara: Nagari Cupak
Timur: Nagari Sungai Jernih dan Nagari Koto Anau
Kecamatan Lembang Jaya
Selatan: Nagari Air Batumbuk
Barat: Nagari Jawi-Jawi dan Koto Gadang Guguak

Visi Nagari

"Bersama Membangun Nagari Talang Menuju Nagari Yang Maju, Sejahtera, dan Berbudaya"

Misi Nagari

  • Melanjutkan pembangunan yang terbengkalai dari Pemerintah Nagari selanjutnya
  • Mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) anak Nagari melalui pendidikan formal dan non formal
  • Mewujudkan pemerintahan Nagari yang amanah, jujur, dan transparan yang berbasis teknologi informasi
  • Meningkatkan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil dibidang pertanian, perikanan, dan pariwisata
  • Meningkatkan pola hidup sehat
  • Menjalin jembatan hati seluruh warga Nagari, baik yang menetap dikampung maupun dirantau dalam membangun Nagari Talang

Jorong-Jorong di Nagari Talang

Nagari Talang terdiri dari 6 jorong yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi unggulan tersendiri.

Jorong Aro

Kepala Jorong: Plt. Abdizal Huda

Luas Jorong: 385 Ha

Suku : Jambak, Sikumbang, Tanjuang, Koto, Kutianyia

Dinamakan Aro karena disana banyak ditemui batang kayu aro. Jorong Aro merupakan jorong yang paling dekat dengan pusat pemerintahan Nagari. Memiliki jumlah anak sekolah terbanyak (690 anak) yang menunjukkan populasi usia sekolah yang besar dan cakupan pendidikan yang baik.

Jorong Koto Gadang

Kepala Jorong: Kasril Wansyah

Luas: 901 Ha

Suku : Sikumbang, Tanjuang, Kutianyia

Jorong Koto Gadang awalnya bernama Tabek Dangka dikarenakan wilayahnya yang memiliki rawa dangkal, namun namanya berubah karena masyarakat atau penduduknya kian berkembang. Jorong Koto Gadang merupakan jorong terluas dengan dinamika penduduk paling tinggi, terutama pada kategori penduduk masuk dan komuter serta memiliki potensi pengembangan yang signifikan.

Jorong Tabek Pala

Kepala Jorong: Ririn Yeni Agustin

Luas: 40 Ha

Suku : Piliang, Sikumbang, Koto, Kutianyia

Jorong Tabek Pala awalnya berasal dari kepemilikan sawah / lahan yang dimilih oleh Bapak Si Tala dan kemudian kian lama berubah nama menjadi jorong Tabek Pala. Jorong Tabek Pala merupakan jorong yang paling padat dan ramai penduduk karena emiliki karakteristik permukiman yang padat dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Jorong Koto Gaek

Kepala Jorong: Syafrial

Luas: 262 Ha

Suku : Piliang, Jambak, Kutianyia

Merupakan jorong yang paling tua di Nagari Talang. Jorong Koto Gaek tidak memiliki kasus stunting, menunjukkan tingkat kesehatan dan gizi masyarakat yang baik. Lingkungan yang sehat dan terjaga.

Jorong Panarian

Kepala Jorong: Firdaus

Luas: 331 Ha

Suku : Jambak

Jorong Panarian memiliki arti pelarian, di mana wilayahnya jauh dari letusan Gunung Talang. Jorong Panarian memiliki karakteristik pertumbuhan yang stabil dan potensi pengembangan di berbagai sektor.

Jorong Anau Kadok

Kepala Jorong: Plt. Novta Yandi Dwi Putra

Jumlah KK: 110 KK

Luas: 890 Ha

Suku : Piliang, Kutianyia

Jorong Anau Kadok diambil dari keadaan wilayahnya yang banyak ditumbuhi pohon anau (aren) dan penduduknya yang saling berdekatan. Jorong Anau Kadok merupakan jorong kedua terluas yang juga tidak memiliki kasus stunting dan menunjukkan keberhasilan dalam program kesehatan masyarakat.

Sejarah Nagari Talang

Menelusuri asal usul Nagari Talang .

Berdasarkan warisan sejarah yang diwariskan turun-temurun (warih nan dijawek, pusako nan ditarimo), asal muasal nama Nagari Talang dapat ditelusuri dari dua jalur utama cerita yang hidup dalam tradisi masyarakat setempat.

Versi Pertama

Pada masa ekspansi Kerajaan Minangkabau dari tanah asal Pariangan Padang Panjang, sekelompok nenek moyang melakukan perjalanan ke arah selatan Gunung Merapi, mengelilingi Danau Singkarak. Rombongan yang menjadi cikal bakal masyarakat Talang terus berjalan hingga mencapai sebuah daerah ketinggian di Pinggang Gunung Talang. Di sana, perjalanan mereka TERHALANG oleh bukit yang tinggi dan hutan belantara. Melihat lokasi tersebut memiliki sumber air jernih dan tanah yang subur, mereka memutuskan untuk menetap. Mereka menamai bukit itu Gunung Terhalang, yang kemudian disingkat menjadi Gunung Talang. Nama "Talang" inilah yang kemudian dijadikan nama nagari.

Versi Kedua

Berasal dari cerita orang tua-tua yang berbeda. Versi ini mengaitkan nama Talang dengan peristiwa konflik. Diceritakan bahwa utusan dari Kerajaan Pagaruyung yang datang untuk meminta upeti mendapatkan perlawanan dari masyarakat setempat di Gurah. Karena pembangkangan itu, utusan tersebut mengucapkan sumpah: "kajadi tualang kalian" (jadilah kalian orang pembangkang). Kata "tualang" inilah yang konon kemudian menjadi cikal bakal nama Talang.

Versi Ketiga

Penamaan berdasarkan kondisi geografis. Nagari ini dikenal memiliki banyak sumber mata air. Kata "Talang" di sini diartikan sebagai saluran atau penyalur air, merujuk pada banyaknya talang air (saluran air) yang mengalir dari sumber-sumber mata air di nagari ini hingga ke nagari tetangga.